DWP Politeknik Pertanian Payakumbuh Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

integritasmedia.com - Payakumbuh, 13 Februari 2025 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Pertanian Payakumbuh menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai upaya meningkatkan keterampilan anggotanya dalam menghadapi situasi darurat. Acara ini berlangsung di Aula Ruang Sidang 1 Politeknik Pertanian Payakumbuh, dengan partisipasi aktif dari para anggota DWP.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Politeknik Pertanian Payakumbuh, Ny. Indria Ukrita John Nefri, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman tentang pertolongan pertama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa sebagai ibu rumah tangga dan bagian dari masyarakat, para peserta sering dihadapkan pada situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami dan mempraktikkan teknik pertolongan pertama dengan baik, sehingga mampu membantu keluarga dan lingkungan sekitar dalam keadaan darurat.
Pelatihan ini menghadirkan Ns. Mafied Irwan, S.Kep, S.Pd, seorang praktisi keperawatan dan ahli kegawatdaruratan. Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan pemahaman tentang berbagai teknik pertolongan pertama yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup cara menangani korban pingsan, mulai dari mengenali kondisi dan penyebabnya hingga teknik memposisikan korban dengan benar agar kesadarannya kembali. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan mengenai pertolongan pada luka bakar, termasuk mengenali jenis luka bakar serta teknik penanganan yang tepat untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
Materi lain yang dibahas adalah teknik mengatasi korban tersedak, dengan memperkenalkan metode Heimlich Maneuver yang efektif untuk menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat. Perbedaan penanganan tersedak pada anak-anak dan orang dewasa juga menjadi perhatian utama dalam sesi ini. Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai langkah penyelamatan bagi korban henti jantung. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik RJP dengan bimbingan langsung dari narasumber, sehingga mereka dapat memahami dan menguasai prosedur yang benar sesuai standar medis.

Pelatihan ini berlangsung dengan sangat interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga aktif dalam praktik serta sesi diskusi. Banyak di antara mereka yang bertanya dan berbagi pengalaman mengenai situasi darurat yang pernah mereka alami, sehingga suasana pelatihan menjadi lebih hidup dan aplikatif.
Sebagai penutup acara, Ny. Indria Ukrita John Nefri menyampaikan apresiasi kepada narasumber serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, memberikan rasa aman bagi keluarga, serta memperkuat peran ibu-ibu Dharma Wanita dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekitar.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para anggota Dharma Wanita semakin siap menghadapi situasi darurat dan mampu bertindak cepat dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat. (tim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama